• 15 Jan, 2026


Seleb Digital – Indonesia kembali bangga memiliki duta budaya muda yang visioner. Oriza Sativa, gadis berbakat berusia 17 tahun asal Bekasi, resmi menyandang gelar Puteri Batik Indonesia 2025. Mewakili Provinsi Jawa Barat, Oriza tidak hanya membawa pulang mahkota, tetapi juga misi besar untuk memperkenalkan kekayaan filosofi batik Indonesia kepada dunia.


WhatsApp Image 2025-12-28 at 21.58.53

Karier Oriza di dunia modeling sebenarnya telah dimulai sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Meski sempat menjauh dari dunia kompetisi pada tahun 2023, ketertarikannya pada inovasi batik modern membangkitkan kembali semangatnya. Atas dukungan penuh sang ibu, Oriza terjun ke ajang Puteri Batik Indonesia 2025 di Surabaya dan berhasil meraih gelar juara utama.
"Saat ditawari, saya langsung mau karena sedang tertarik melihat bagaimana batik bertransformasi di era modern," ungkap Oriza.

Sebagai pemenang, Oriza telah menyiapkan program kerja nyata yang diberi nama LEGACY (Let's Embess Generation with Story and Innovation). Melalui program ini, ia berkomitmen untuk memperkenalkan makna mendalam di balik motif-motif batik menggunakan bahasa Inggris.
Salah satu fokusnya adalah memperkenalkan Batik Kaum Picisan khas Bekasi. "Batik bukan sekadar motif, tapi ada filosofi di dalamnya. Saya ingin menjelaskan makna tersebut agar dunia tahu bahwa batik kita memiliki identitas yang kuat dan unik dibandingkan negara lain," jelas siswi SMA Yadika 8 Jatimulia ini.
Menepis Stereotip dan Memaksimalkan Privilege


Oriza secara jujur mengakui peran besar orang tuanya dalam mendukung kariernya. Baginya, privilege atau hak istimewa yang ia miliki adalah sebuah tanggung jawab besar yang harus dijawab dengan prestasi nyata.


"Banyak yang mengira gelar ini hanya soal fisik, tapi saya ingin membuktikan bahwa kecerdasan dan program kerja saya juga memiliki bobot yang sama," tegasnya. Menariknya, di balik kepiawaiannya berbicara di publik, Oriza mengaku dirinya adalah seorang introvert (hasil MBTI 85%). Namun, hal itu tidak menjadi penghalang baginya untuk terus menginspirasi generasi muda.


Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai Puteri Batik, Oriza tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas nomor satu. Ia sering kali memanfaatkan waktu luang di sela-sela kegiatan atau sesi fashion show untuk mengerjakan tugas sekolah.

 

 


"Harapan saya adalah bisa menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, namun tetap bisa berprestasi di sekolah. Harus ada keseimbangan antara karier dan pendidikan," tambahnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Menutup ceritanya, Oriza memberikan pesan penyemangat bagi teman-teman sebayanya. Ia mengajak generasi muda untuk terus menggali potensi diri tanpa harus merasa rendah diri karena keterbatasan.


"Jika kalian merasa punya potensi, perdalam dan lakukan. Jangan jadikan apa pun sebagai hambatan untuk berdiri tegak dan berprestasi," pungkasnya.