• 15 Jan, 2026

“Satu Nusa Satu Bangsa”, Spirit Persatuan Indonesia di Usia 10 Windu

Seleb Digital Tahun 2025 menjadi penanda sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Tepat 80 tahun (10 Windu) Indonesia berdiri sebagai negara merdeka—sebuah perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan, tantangan, dan ujian kebangsaan.

Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia menghadapi berbagai cobaan besar. Dinamika politik nasional, gelombang demonstrasi, serta rentetan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang akibat kerusakan lingkungan melanda sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan daerah lainnya. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga secara sosial dan psikologis oleh masyarakat.

WhatsApp Image 2025-12-28 at 22.58.56(1)
 

Di sisi lain, perkembangan media sosial menghadirkan tantangan tersendiri. Arus informasi yang cepat dan tidak selalu jernih menciptakan ruang abu-abu yang memicu beragam respons masyarakat—mulai dari sikap tenang dan rasional, hingga reaksi emosional dan provokatif.

Di tengah kondisi tersebut, semangat persatuan dan nasionalisme kembali menjadi kebutuhan utama bangsa. Berangkat dari kegelisahan sekaligus harapan inilah, lagu nasional “Satu Nusa Satu Bangsa” kembali dihadirkan sebagai medium pengingat jati diri Indonesia sebagai satu bangsa yang utuh.

Lagu karya L. Manik ini diaransemen ulang oleh BIP Band dengan sentuhan musikal yang lebih relevan dengan zaman, tanpa meninggalkan ruh kebangsaan yang kuat. Karya ini menjadi pesan moral sekaligus ajakan untuk bersatu, saling menguatkan, dan bergotong royong menghadapi setiap tantangan yang ada.

Single “Satu Nusa Satu Bangsa” resmi dirilis pada 30 Desember 2025, momentum yang dipilih secara khusus menjelang pergantian tahun menuju 2026. Waktu ini dimaknai sebagai ajakan refleksi bersama—menutup duka dan luka masa lalu, serta bangkit menyongsong lembaran baru dengan semangat kebersamaan.

Lagu ini merupakan bagian dari Album Kebangsaan “10 Windu Indonesia”, sebuah proyek musik nasional yang digawangi oleh Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Founder Sinergy for Indonesia, sebagai Executive Producer, serta Pay Burman, Founder Indonesia Care Music, sebagai Head Producer.

 

WhatsApp Image 2025-12-28 at 22.58.56(2)
 

Melalui album ini, para penggagas berharap musik dapat menjadi sarana pemersatu bangsa—menjadi penyejuk di tengah polarisasi, sekaligus penguat nilai-nilai nasionalisme. Pesan yang ingin disampaikan sederhana namun mendalam: Indonesia hanya dapat bangkit jika seluruh elemen bangsa bersatu, berpikir positif, dan bertindak rasional demi kepentingan bersama.

Dengan hadirnya “Satu Nusa Satu Bangsa”, musik kembali menegaskan perannya bukan sekadar hiburan, melainkan juga medium refleksi, pemersatu, dan penggerak semangat kebangsaan.

Salam Satu Indonesia.
Maju Musik Indonesia.
Indonesia Bangkit.